Ns. Amelia Susanti, S.Kep

Oktober 28, 2011

Huknah

Filed under: Artikel Kesehatan @ 10:22 pm and tagged ,

PENGERTIAN
Yang dimaksud memberikan huknah rendah adalah suatu tindakan pemenuhan kebutuhan eliminasi dengan cara memasukkan cairan hangat melalui anus ke rectum sampai colon desenden dengan mempergunakan kanul recti.
TUJUAN
1. Merangsang peristaltik sehingga pasien bisa BAB
2. Persiapan tindakan operasi / persiapan pemeriksaan radiologi
3. Memberi rasa nyaman
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
1. Pemberian huknah rendah adalah tanggung jawab tenaga keperawatan.
2. Dalam pelaksanaan harus diperhatikan kontra indikasi pemberian huknah tinggi seperti pasien dengan penyakit jantung tertentu, perdarahan intra abdomen, ibu hamil dengan kontraksi uterus yang kuat.
3. Bila pada saat pemberian huknah rendah, kanul ada hambatan, jangan dipaksakan, cari tahu penyebabnya, dan bila perlu berkolaborasilah dengan dokter.
PROSEDUR
I. Persiapan:
1. Persiapan pasien dan keluarga
1. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
2. Menjelaskan prosedur tindakan
3. Posisi pasien diatur miring ke kiri, posisi sim.
2. Alat-alat:
1. Slang/kanul recti sesuai umur pasien.
2. Handschoen disposible
3. Nierbekken
4. Alas bokong dan perlak
5. Tissue
6. Vaselin untuk pelicin.
7. Cairan NaCl 0,9% sebanyak 500-1000 cc yang sudah dihangatkan
8. Pispot 2 buah
9. Air dalam botol cebok
10. Irigator dan selang kanul
11. Selimut atau kain penutup
12. Bengkok berisi cairan desinfektan.
13. Sampiran

3. Lingkungan

Menjaga privacy pasien

4.   Perawat

  • Mencuci tangan.
  • Menilai keadaan umum pasien dan kemampuan mobilisasi
  • Mengukur tanda-tanda vital

II. Pelaksanaan

  1. Buka pakaian bagian bawah
  2. Pasang pengalas dan perlak di bawah bokong
  3. Pasang selimut, pakaian pasien bagian bawah ditanggalkan.
  4. Dekatkan nierbekken
  5. Perawat memakai  handschoen
  6. Irigator  diisi dengan cairan NaCl  0,9% hangat 1000 cc
  7. Ujung  kanul diolesi  vaselin secukupnya
  8. Pangkal kanul dihubungkan  ke selang dan irigator
  9. Keluarkan udara  dari saluran irigator dan diklem
  10. Tangan kiri  membuka belahan bokong bagian atas, tangan kanan  memasuk kanul ke dalam anus sedalam  7,5 cm sampai dengan 15 cm secara perlahan-lahan sambil pasien dianjurkan menarik nafas panjang, tinggi irigator 30 cm-50 cm dari atas tempat tidur.
  11. Klem slang dibuka, cairan dialirkan perlahan-lahan kurang lebih selama 15-20 menit.
  12. Bila cairan sudah habis klem ditutup dan kanul dikeluarkan secara  perlahan-lahan.
  13. Minta pasien untuk menahan BAB sebentar, kemudian pasang pispot.
  14. Untuk pasien yang dapat mobilisasi berjalan, pasien dapat dianjurkan ke  toilet.
  15. Setelah selesai bersihkan daerah bokong dengan menggunakan  air dan tissue.
  16. Angkat pispot, perlak dan pengalas
  17. Kenakan pakaian bagian bawah, rapikan tempat tidur
  18. Lepaskan handschoen, cuci tangan.
  19. Membuat catatan keperawatan yang mencakup:
  • Respon pasien
  • Tindakan yang dilakukan
  • Keadaan umum pasien
  • Hasil observasi.

 

 


RSS feed for comments on this post.

Sorry, the comment form is closed at this time.

© 2014 Ns. Amelia Susanti, S.Kep   Provided by WPMU DEV -The WordPress Experts.  Hosted by Edublogs